Halaman

cause everyday is a cheerfullday

cause everyday is a cheerfullday
I WAS BORN AND LIFE TO LOVE YOU ALL FOREVER, CAUSE WE ARE THE SAME, SALAM SATU HATI :)

Kamis, 29 Maret 2012

KimDas Hukum Hess


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR






Nama anggota :
Athira Oktaviana Pasaribu                  : ( 06111009022 )
Maryan Julkarnain Ompusunggu        : ( 06111009023 )
Bayu Saputro                                      : ( 06111009024 )
Nurul Fitri Apriyanti                           : ( 06111009025 )
M. Akid Muayyidad Aflah                 : ( 06111009026 )
Eka Meiryana                                      : ( 06111009027 )
Rigo Lega Satria                                 : ( 06111009028 )

Kelompok                   : Empat (4)
Judul Percobaan          : Reaksi-reaksi Kimia

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011
I.                   Judul : Termokimia Dan Hukum Hess

II.                Tanggal Percobaan: 8 November 2011

III.             Tujuan percobaan
1.      Mengukur kalor reaksi dengan alat yang sederhana
2.      Mengumpukan dan menganalisa data termokimia
3.      Menerapkan Hukum Hess


IV.             Landasan Teori

Termokimia adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari perubahan energy secara kimia atau fisis. Dalam percobaan ini, kita akan menyelidiki perubahan energi dalam bentuk kalor, yang mengiringi reaksi kimia (termokimia). Menurut hukum termokimia, perubahan energy yang menyertai perubaha wujud dinyatakan dalam rumus:
                  ∆E = Q – W
dengan      Q = kalor yang diserap oleh sistem
                        W = kalor yang dilakukan oleh sistem
Kebanyakan reaksi kimia berlangsung pada tekanan tetap. Kerja dirumuskan dengan persamaan :
                        W = P . ∆V
dengan      W = tekanan gas
                        ∆V= Perubahan volume untuk sistem gas
Oleh karena pada tekanan tetap :
                        ∆E = Q - ∆V
Bila ∆V = 0, maka ∆E = 0. Kuantitas kalor yang diserap pada tekanan tetap disebut entalpi (∆H). Untu reaksi kimia, ∆H adalah kalor reaksi ∆H suatu reaksi kimia dapat ditetapkan dengan mengukur perubahan suhu yang mengiringi reaksisejumlah reagen tertentu, lalu koreksi dengan kalor yang diserap oleh kalorimeter (tetapan kalorimeter). Untuk reaksi eksotermik, kalor diberikan oleh sistem reaksi ke sekeliling, tanda Q reaksi adalah negative. Untuk reaksi Q reaksi endodermik, Q reaksi positif. Sama halnya, untuk reaksi eksotermik, ∆H reaksi negative dan untuk reaksi endotermik ∆H reaksinya positif.


V.                Alat dan Bahan

Ø  Alat

1.      Tabung reaksi
2.      Tungku kaki tiga
3.      Cawan petri
4.      Bunsen
5.      Segi tiga
6.      Pipet tetes
7.      Kalorimeter
8.      Thermometer


Ø  Bahan
1.      Aquadest



VI.             Prosedur Percobaan

v  Percobaan 1
1.      Mengukur aquadest sebanyak 40 ml menggunakan gelas ukur.
2.      Tuangkan ke kalorimeter.
3.      Tutuplah kalorimeter yang sudah dilengkapi thermometer dan alat pengaduk, catatlah suhu (Td).
4.      Ukur lagi aquadest sebanyak 40 ml menggunakan gelas ukur.
5.      Tuangkan kedalam gelas kimia dan panaskan air hingga mencapai 650 C.
6.      Dengan hati-hati dan cepat, pindahkan air panas tersebut ke kalorimeter, dan tutup kembali.
7.      Catat suhu setiap 15 detik, cambil mengaduk campuran.
8.      Suhu larutan akan segera turun mencapai maksimum, lalu perlahan-lahan turun. Bila mulai turun catatlah suhu setiap 1 menit, sampai tampak tidak ada lagi perubahan suhu.
9.      Ulangi percobaan sekali lagi.

VII.          Hasil pengamatan
*      Percobaan 1
Suhu awal aquadest = 28 oC
No.
Waktu (s)
Suhu (oC)
1.
15 s
45 oC
2.
30 s
44.5 oC
3.
45 s
44 oC
4.
105 s
44 oC
5.
170 s
43 oC
6.
230 s
43 oC

*      Percobaan 2
Suhu awal aquadest = 29 oC
No.
Waktu (s)
Suhu (oC)
1.
15 s
46 oC
2.
30 s
46 oC
3.
45 s
45 oC
4.
105 s
44 oC
5.
170 s
43 oC
6.
230 s
43 oC

Suhu rata-rata =
Suhu rata-rata =
Suhu rata-rata = 43oC


VIII.       Analisis Data
*      Mencari tatapan kalorimeter
cMp(Tp-Tm)=cMd(Tm-Td)+W(Tm-Tp)
c = kalor jenis air 4,184 J/JgoC
Mp = bobot air panas
Tp = suhu air panas sebelum bercampur
Tm = suhu campuran
Md = bobot air dingin
Td = suhu air dingin sebelum di campur
W = tetepan kalori meter

cMp(Tp-Tm)=cMd(Tm-Td)+W(Tm-Tp)
W =
W =
W =
W =
W =
W =
W = 78,1 J/oC


VIII.       Kesimpulan
Ø  Kalor merupakan suatu bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Benda yang menerima kalor, suhunya akan naik atau wujudnya berubah, benda yang melepas kalor, suhunya akan turun atau wujudnya berubah.
Ø  Untuk mengukur tetapan kalorimeter dapat menggunakan rumus:
cMp(Tp-Tm) = c Md (Tm-Td) + W (Tm-Td)
Ø  Besarnya kalor yang diserap atau dilepas oleh suatu benda berbanding lurus dengan:
a.       Massa benda
b.      Kalor jenis benda
c.       Perubahan suhu



                                                                     

IX.              Daftar Pustaka
*      Sastrawijaya, Tresna. 1993. Materi Pokok Kimia Dasar II. Universitas Terbuka : Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar